Sepanjang sejarah makhluk yang bernama
manusia dimuka bumi dengan segala kisahnya, ternyata masih banyak menjadi
misteri. Sosok Adam sebagai manusia pertama dimuka bumi, menyimpan 1001 kisah.
Kisah ini mencoba menguak secuil misteri tentang penciptaan Nabi Adam.
[1]Penciptaan Adam adalah kisah penciptaan manusia
yang pertama. Adam diriwayatkan sebagai satu daripada ciptaan Allah yang paling
kontroversi atau paling disebut-sebut oleh makhluk Allah yang lain. Peristiwa tersebut disebut dalam al-Qur'an dan Alkitab
Ketika Allah
berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang
khalifah di bumi. Mereka
bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya
Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan
menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan
mensucikanMu?. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu
tidak mengetahuinya. (Surat Al
Baqarah: 30)
[2]Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang
diciptakan Allah SWT. Dia tidak diciptakan langsung begitu saja, tetapi
mengalami beberapa proses dan dikerjakan oleh malaikat atas perintah Allah SWT.
Sebelum terciptanya Adam, Allah SWT
memerintahkan malaikat Jibril untuk mengunjungi bumi dalam rangka mengambil
tanah sebagai bahan menciptakan Adam.
Namun ketika dibumi, bumi menyatakan
penolakan untuk diambil tanahnya sebab bumi khawatir kelak manusia akan
melakukan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah SWT.
Walau
bagaimanapun, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil malah bersumpah dengan
nama Allah bahwa dia tidak rela untuk menyerahkannya kerana kebimbangannya
seperti yang dibimbangkan oleh para malaikat.
Jibril
kembali setelah mendengar sumpah tersebut lalu Allah mengutuskan pula Malaikat Mikail. Allah
memerintahkan malaikat Mikail untuk turun tangan dengan maksud yang sama. Namun
bumipun kembali menolak, dan Mikail melaporkan kegagalan ini pada Allah. Dan kemudian Malaikat Israfil tetapi
kedua-duanya juga tidak berdaya hendak berbuat apa-apa akibat sumpah yang
dibuat oleh bumi.
Menyikapi hal ini selanjutnya Allah
memerintahkan Izra’il yang turun ke bumi, Allah SWT berkata kepada Izra’il: “
engkau, AKU tugaskan mengambil tanah, meskipun bumi bersumpah, janganlah engkau
mundur. Kerjakan perintah-KU dan atas nama-KU”.
Maka, Allah
memerintahkan Malaikat Izrail
untuk pergi ke bumi dan bumipun berkata,”Aku berlindung kepada ALLAH agar
malaikat maut jangan sampai mengambil sesuatu darinya.”
Izra’il pun turun ke bumi dan berkata:
“ Hai bumi, ketahuilah kedatanganku kesini atas perintah Allah dan atas nama
Allah, jika engkau membantah perintah Allah tentunya engkau akan menjadi mahluk
yang durhaka pada Allah”.
Mendengar perkataan Izrai’il maka
bumipun akhirnya pasrah, dan Izra’il akhirnya mengambil beberapa jenis tanah. Selanjutnya
Ia kembali kepada Allah. Menyambut kedatangan Izra’il Allah berkata: “Ya
Izra’il, pertama engkau yang aku tugaskan mengambil tanah, kelak engkaulah yang
akan mencabut nyawa manusia”.
Mendengar hal ini Izra’il menjadi
bimbang
“ Jika demikian, maka hamba akan
dibenci oleh anak cucu Adam karena pekerjaan ini”
Allah Berkata ;
“
Tidak, mereka tidak akan memusuhi engkau, AKU nanti yang mengaturnya. Akan aku
jadikan sebab-sebab untuk mendatangkan kematian mereka. Bisa karena terbunuh,
bisa karena terbakar, bisa juga karena menderita penyakit, dan sebagainya”.
Dan Menurut Ibnu Abbas ada beberapa
spesifikasi tanah yang digunakan untuk membuat manusia (Adam) sebagai berikut:
- Tanah Baitulmuqaddis - kepala sebagai tempat kemuliaan untuk diletakkan otak dan akal.
- Tanah Bukit Tursina (Mesir) - Gatling sebagai tempat mendengar dan menerima nasihat.
- Tanah Iraq - dahi sebagai tempat sujud kepada Allah.
- Tanah Aden (Yaman) - muka sebagai tempat berhias dan kecantikan.
- Tanah telaga Al-Kautsar - mata sebagai tempat menarik perhatian.
- Tanah Al-Kautsar - gigi sebagai tempat memanis-manis.
- Tanah Kaabah (Makkah) - tangan kanan sebagai tempat mencari nafkah dan bekerjasama.
- Tanah Paris (Perancis) - tangan kiri sebagai anggota untuk melakukan istinjak.
- Tanah Khurasan (Iran) - perut sebagai tempat berlapar.
- Tanah Babilon (Iraq) - kelamin sebagai organ seks dan tempat bernafsu serta godaan syaitan.
- Tanah Tursina (Mesir) - tulang sebagai peneguh manusia.
- Tanah India - kaki sebagai anggota berdiri dan berjalan.
- Tanah Firdaus (Syurga) - hati sebagai tempat keyakinan, keimanan, dan kemahuan.
- Tanah Taif (Arab Saudi) - lidah sebagai tempat untuk mengucapkan syahadah, syukur dan do'a.
[3]Akhirnya malaikat maut mengambil tanah dari empat
penjuru bumi. Tanahnya terdiri dari tanah yang berkualitas unggul, tanah yang
asin, tanah lumpur, tanah yang halus, tanah liat yang merah dan dari tanah yang
areanya tidak rata. Dengan sebab itu maka keturunan Adam AS berbeda-beda sosok
dan corak warna kulitnya.
Didalam
hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah saw, bersabda,: “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari
segenggam berbagai unsur tanah. Maka karena itu lahirlah anak cucu Adam sesuai
dengan unsur-unsur tanah tersebut; diantara mereka ada yang lahir dengan warna
kulit merah, putih, dan hitam. Dan diantaranya juga ada yang diberi kemudahan,
kesedihan, keburukan, dan kebaikan.”
Setelah
mengambil tanah, malaikat maut kembali kelangit, lalu Allah SWT
memerintahkan malaikat maut untuk melembabkan tanah tersebut dan membiarkannya
agar mengalami peragian.
Malaikat
maut kemudian mengadonnya dengan air yang pahit, air yang manis dan air yang
asin hingga tanah itu menjadi lembab dan menjadi seperti lumpur kembali.
Kemudian dibiarkan mengalami proses peragian.
Kemudian
Allah SWT menyuruh Jibril untuk membawakan Malaikat Maut segenggam unsur putih
yang ada dijantung bumi yang mana unsur putih ini menyilaukan mata. Unsur putih
inilah yang akan menjadi Nabi-Nabi.
Dengan
disertai para malaikat, maka Jibril turun kebumi dan mengambil segenggam tanah
dilokasi yang sekarang menjadi makam Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu tanahnya
putih murni. Tanah putih ini diadoni dengan air mulia dan dirawat seperti
mutiara yang berwarna putih. Kemudian dicelupkan kedalam semua sungai yang ada
disyurga.
Adonan ini
mengeluarkan 124.000 tetesan. Dan Allah menjadikan tetesan tersebut
menjadi 124.000 Nabi. Dan cahaya para nabi tersebut berasal dari cahaya
Muhammad. Setelah itu oleh para malaikat dibawanya keliling langit dan bumi
sehingga para malaikat jadi tahu bahwa ini adalah Muhammad. Bahkan
sebelum mereka mengenal Adam AS.
Setelah itu
dibentuk dengan cetakan Adam , kemudian dibiarkan selama 40 tahun lagi hingga
menjadi seperti lempung yang dibakar. Lempung yang kering akan mengeluarkan
bunyi bila dipukul dengan tangan.
“Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan
manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang
diberi bentuk.”(Qs Al-Hijr: 26)
Abdullah bin
Salam bertanya kepada Rasulullah SAW tentang bagaimana penciptaan Adam. Rasulullah
berkata; “Kepala dan dahi diciptakan dari tanah Ka’bah,dada dan punggungnya
dari tanah Yerussalem,pahanya dari tanah Yaman, kakinya dari tanah Mesir dan
Hijaj(sekarang Arab Saudi),tangan kanannya dari timur bumi dan tangan kirinya
dari barat bumi(Timur dan Barat Ka’bah).
Kemudian
Allah SWT menempatkannya digerbang surga. Kapanpun sekelompok malaikat
lewat,mereka terkagum dan terpesona melihat keindahan bentuk dan postur
tubuhnya. Para malaikat belum pernah melihat sesuatu yang seperti itu
atau sesuatu yang mendekati keindahannya.
Ketika Iblis
melewatinya, iblis bertanya; “Apa tujuan kamu diciptakan?”
Kemudian
Iblis memukulnya, dan Iblis menyaksikan bahwa ada bagian yang berlubang
pada tubuh tersebut. Lalu Iblis lewat ke dalam tubuh tersebut lewat mulutnya,
kemudian keluar dari bagian yang lain.
Lalu Iblis
berkata pada para Malaikat; “Ini adalah salah satu makhluk berlubang yang tak
dapat berdiri dan juga tak dapat mempertahankan keutuhannya.”
Iblis
bertanya kepada para malaikat; “Misal saja sesuatu ini lebih dimuliakan
ketimbang kalian, maka apa yang akan kalian lakukan?”
Para
malaikat berkata, “Kami akan mentaati perintah Tuhan kami.”
Iblis
berkata pada dirinya sendiri; “Demi Allah! Jika sesuatu ini lebih dimuliakan
daripada aku, maka aku akan menggugatnya dan menentangnya. Namun kalau aku
lebih dimuliakan daripada sesuatu itu, maka aku akan binasakan sesuatu itu.”
[4]Demikian hadits tersebut menjelaskan. Tubuh
Adam mempunyai sembilan rongga atau liang. Tujuh liang di kepala dan dua di
bawah badan yaitu dua mata, dua telinga, dua hidung, satu mulut, satu dubur dan satu uretra. Lima pancaindera dilengkapi
dengan anggota tertentu seperti mata untuk penglihatan, telinga untuk
pendengaran, hidung untuk pengesanan bauan, lidah untuk
perasa seperti asam, asin, manis dan pahit dan kulit
untuk sentuhan bagi panas, sejuk, tekanan, kelikatan dan sakit.
Ketika Allah
menjadikan tubuh Adam, tanah dicampurkan dengan air tawar, asin dan anyir
beserta api dan angin. Kemudian Allah resapkan Nur ke dalam tubuh Adam dengan
pelbagai "sifat". Lalu tubuh Adam digenggam dengan genggaman Jabarut
dan diletakkan di dalam Alam Malakut. Tanah itu dicampurkan lagi dengan
istilah wewangian dan ramuan dari Nur-Sifat Allah dan dirasmi dengan "Bahrul
Uluhiyah". Kemudian, tubuh tersebut dibenamkan dalam "Kudral
'Izzah" iaitu sifat "Jalan dan Jammal" lalu disempurnakan tubuh
tersebut.
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan
kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah
kamu kepadanya dengan bersujud.”(Al-Hijr: 29)
Menurut
seorang ulama bernama Ibnu Ishaq, setelah Allah SWT menciptakan raga Adam,
Allah meniupkan ruh kedalamnya. Menurut para ulama, ketika hendak meniupkan ruh
kedalam Adam, Allah SWT menyuruh ruh itu masuk melalui mulutnya, kemudian ruh
itu mengatakan; “Ini merupakan sebuah pintu masuk yang dalam lagi gelap.”
Allah SWT
kembali menyuruhnya dan jawaban ruh tetap seperti itu. Kejadian yang sama
berlangsung 3 kali. Pada yang keempat kalinya, Allah berfirman; “Masuklah
kedalamnya meskipun kamu tidak suka dan keluarlah darinya seperti itu juga.”
Setelah itu
ruh masuk kembali melalui mulut. Sekali ruh ditiupkan kedalam Adam, maka yang
pertama-tama dilaluinya adalah otaknya dan menetap dalam otak selama 200 tahun
menurut perhitungan dunia.
Kemudian ruh
turun ke mata Adam, lalu turun kelubang hidung dan adampun bersin. Setelah
bersin ruh turun kemulut dan lidah. Lalu Allah mengajarkan kepada ruh untuk
mengucapkan, “Alhamdulillahi robbil ‘alamin.”
Lalu Allah
merespon dengan kalimat; “YarhamakuRobbuka
yaa Adam li Rohmati kholaqtuka.”
Dan Allah
berfirman, “Wahai Adam! Kamu telah memanjatkan pujian untukKu. Demi kemuliaanKu
kalau saja bukan karena ke dua hambaKu yang akan Aku ciptakan pada akhir zaman,
tentu sama sekali Aku tidak akan menciptakanmu.”
Adam AS
berkata; “Wahai Tuhan, demi kedudukan mereka disisiMu,siapakah mereka itu?”
Allah
berfirman, “Wahai Adam!Lihatlah kearah Arsy!”
Lalu Adam AS
melihat Arsy dan terlihat 2 garis cahaya. Garis yang satu bertuliskan; “Tiada
Tuhan selain Allah, Muhammad adalah Nabi Pembawa Rahmat dan Beriman kepada
ALLAH SWT adalah kunci menuju surga.”
Sedangkan
garis kedua terbaca; “Aku akan bermurah hati dan mencurahkan rahmat kepada
semua yang menerima wilayahnya (mengakui kepemimpinan dan mencintai
Muhammad SAW ) dan akan menurunkan siksaan atas siapa saja yang menentang
mereka.”
Kemudian ruh
turun kedada dan tulang rusuknya. Lalu Adam mencoba untuk berdiri namun tidak
dapat. Ketika ruh sampai perut Adam merasa lapar setelah itu ruh menyebar
keseluruh tubuh. Lalu Allah memberinya kuku.
[5]Dengan itu, sempurnalah sudah kejadian manusia pertama dan
Adam digelar sebagai "Abul Basyar" iaitu Bapa Manusia. Walau
bagaimanapun, hanya Nabi Muhammad s.a.w.
mendapat gelaran "Abul Ruh" atau "Abul Arwah"
iaitu Bapa segala Roh.
Menurut
keterangan ulama, tubuh Adam diselubungi dalam tempo 120 tahun, 40 tahun di
tanah yang kering, 40 tahun di tanah yang basah dan 40 tahun di tanah yang
hitam dan berbau. Dari situ, Allah ubah tubuh Adam dengan rupa kemuliaan dan
tertutuplah dari rupa hakikatnya. Karena proses kejadian itu melalui peringkat
yang "kotor", tidak heran Malaikat dan Iblis memandang rendah akan
kejadian manusia yang diciptakan dari tanah.
Menurut riwayat ketika Adam masih
berada di syurga, sangat baik sekali kulitnya. Tidak seperti warna kulit kita
sekarang ini. Kerana Adam telah diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada
warna kulitnya. Sebagai peringatan : yang masih tertinggal warnanya hanyalah
pada kuku manusia. Hal ini kita biasa lihat meskipun orang kulitnya
hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan.
Nabi Adam AS
pun kian hari kian rupawan. Allah SWT memerintahkan malaikat untukmenghiasi
Adam dengan hiasan-hiasan, pakaian dan perlengkapan dari surga. Dari
tulang-tulang sendi Adam memancar cahaya seperti sinar matahari.
Lalu Allah
berkata,” Hai Adam, bergilah kepada
mereka (yaitu para malaikat) dan katakana, ‘Assalamualaikaum (salam sejahtera
bagi kalian). Dan lihatlah apa yang
akan mereka katakana.’ Ia pun mendatangi para malaikat sambil bersalam
kepada mereka dan mereka berkata, “Waalaikumsalam
warahmatullahi wa barakatuh (salam sejahtera juga bagi kalian beserta rahmat
dan berkah).” Allah berkata, “Hai Adam,
inilah bentuk penghormatanmu dan juga keturunanmu.”[6]
Allah SWT
memerintah malaikat agar Nabi Adam dibawa diatas bahu dan diperintahkan
untuk dibawa keliling langit. Para malaikat membawa Adam berkeliling selama 100
tahun.
Ketika Nabi
Adam AS melewati sekelompok malaikat, Adam mengucapkan, “Assalammu
‘alaikum wahai malaikat Allah!”
Para
malaikat menjawab; “Wa’alaikum salam wa rohmatullohi wa barokatuh!”
Allah SWT
berfirman; “Wahai Adam! Beginilah ucapan salam kamu dan ucapan salam orang yang
beriman dari kalangan keturunanmu kepada satu sama yang lainnya sampai hari
kiamat.”
Kemudian
Allah SWT mengajarkan nama segala sesuatu.
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama
(benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu
berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang
orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak
ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami;
sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah
berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda
ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu,
Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya
Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan
dan apa yang kamu sembunyikan?" (Qs Al-Baqarah: 31-33)
Ibnu
Abbas mengatakan, “Ditunjukkan kepadanya
nama-nama anak cucunya orang perorang dan nama macam-macam binatang,
dikatakan, “Ini keledai, ini onta, ini
kuda.” Juga dikataakan, “segalahal yang dikenal oleh manusia: manusia, hewan, langit, bumi, daratan,
lautan, kuda, burung,tampah, periuk, juga diajarkan nama-nama para malaikat.”
Pendapat
yang benar adalah Ia mengajarkan nama segala sesuatu dengan segala sifat dan
prilakunya.
Dari
riwayat yang disampaikan oleh Zaid bin Aslam, ia berkata, “Kamu Jibril, kamu Mikail, kamu Israfil hingga beberapa nama yang
diperkenalkan lalu sampai pada burung gagak.”[7]
Semua para
malaikat sujud/menghormati Adam kecuali Iblis.
Setelah itu
Adam AS tinggal di surga. Sampai akhirnya Allah menciptakan Hawa dari tulang
rusuk kiri Adam pada hari Jum’at.
“Dan Kami
berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan
makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai,
dan janganlah kamu dekati pohon ini[8],
yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang jalim.” (Qs Al-Baqarah: 35)
Maka Adam AS
dan Hawa tinggal disana sampai mereka dikeluarkan dari surga karena tidak
menuruti perintah Allah SWT(melanggar larangan Allah SWT untuk tidak memakan
buah khuldi).
“Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari
surga itu[9]
dan dikeluarkan dari keadaan semula[10]
dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang
lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai
waktu yang ditentukan".(Qs Al-Baqarah: 35)
Mereka
keluar dari surga setelah Maghrib. Pelanggaran perintah yang dilakukan Adam AS
bukan suatu dosa tapi merupakan suatu ujian yang tidak lulus yang menyebabkan
kedudukan derajatnya sebagai Nabi menjadi lebih rendah.
“Kami berfirman: "Turunlah kamu semua
dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa
yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan
tidak (pula) mereka bersedih hati".(Qs Al-Baqarah: 38)
(Wallahu
Alam
bishawab)
[3] . http://adeanto.com/archives/59, Persepsi,Intuisi dan Rasa Hati RIWAYAT PENCIPTAAN NABI ADAM AS
[6] .
Diriwayatkan oleh An-Nasa`I dalam Al-Amal fil Yaum wal Lailah (338) no. 220 dan
Abu Syaikh dalam Al-Adzhamah (5/1566) no. 1034.
[7] .
dikitip dari Syaikh Abdul Mun`im Ibrahim, Adakah Makhluk sebelum Adam,
Menyingkap Misteri Awal Kehidupaan, pustaka kautsar, hal 211-212
[8]
Pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al-Qur`an
dan Hadits tidak menerangkannya. Ada yang menamakannya pohon khuldi sebagaimana
disebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu nama yang diberikan syaitan.
[9].
Adam dan hawa dengan denga tipu daya syaitan memakan buah pohon yang dilarang
itu, yang mengakibatkan keduanya keluar dari surge, dan Allah menyuruh mereka
turun kedunia. Yang dimaksud dengan syaitan disini ialah iblis yang disebut
dalam ayat 34 surat Al-Baqarah diatas.
[10] .
Maksuk keadaannya semula ialah keni`matan, kemewahan dan kemuliaan hidup dalam
surge.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar