- Zaman akhir wanita hilang
malunyatidak malu memperlihatkan auratnya
buka aurat malah jadi kebanggaan
untuk promosi melariskan dagangan
Wanita cantik difoto kelihatan pahanya
Tidak pake baju menonjolkan dadanya
Memakai pakaian memilih yang jarang-jarang
Walaupun berbaju kelihatan jelas nerawang
Pandai bersolek kecantikannya
Supaya orang lain tertarik badannya
Alisnya dicukur ditebeli idepnya
Tidak ngerti itu alis palsunya
Rambutnya ditambah sangkul palsunya
Rok mini belahan keliatan pahanya
Lenggak-lenggok jalannya di buatnya
Mesam-mesum memamerkan merah bibirnya
Kata muslimat malu pakai krudungnya
Kuatir disebut orang kampungan
Maukrudungan tapi di sampirkan
Sebab hawatir tidak keliatan antingnya
Anak pamit orang tua berangkat sekolah
Ternyata menyimpang tindakan tidak amanah
Sekolahnya membolos njawab sms`an
Dengan pacarnya hendak bertemu di jembatan
Bukunya penuh poto surat cintaan
Nilainya merosot ketika ulangan
Fikirannya tidak focus pelajaran
Malah ngelamun mikir ketika pertemuan
Orang tua membiayai sungguh-sungguhan
Bekerja giat kurang ketenangan
Ternyata anaknya tindak slewengan
Katanya sekolah ko hamil tiga bulan
Anak keliru dituruti malah nekad
Tidak percaya petunjuk malah minggat
Maka orang tua harus hati-hati
Dengan anak harus awas dan teliti
Miracle of Life
Jumat, 08 Februari 2013
pantun nasehat
Rabu, 11 Juli 2012
SIAPA PEMILIK IQ TERTINGGI
“Siapa di dunia ini pemilik IQ tertinggi?” lempar salah seorang dosen saya suatu ketika dalam sebuah forum.
Kami mencoba menebak-nebak. Albert Einstein… bukan….. BJ Habibie juga bukan….. yang lain menyebut berbagai tokoh yang terkenal kejeniusannya… beliau menggeleng.
“Dalam teori IQ, sederhananya seperti ini. Nilai IQ itu adalah kecerdasan seseorang dibandingkan kecerdasan seharusnya pada tingkatan umur seperti dia. Jadi contohnya seperti ini, ada seorang anak berusia 10 tahun, namun dia memiliki kualitas intelejensia yang seharusnya dimiliki anak usia 15 tahun, maka nilai IQnya adalah 15 dibagi 10 dikali 100, yakni 150. Sebaliknya misalnya ada orang berusia 20 tahun, intelejensianya sekualitas anak berusia 10 tahun, berarti nilai IQnya adalah 10 dibagi 20 dikali 100, hasilnya IQnya cuma 50..”
“Jadi siapa akhirnya orang yang paling tinggi IQnya Pak?” tanya kami.
“Sederhana, seharusnya orang yang memiliki konsep pemikiran yang lebih jauh ke depan jelas IQnya lebih tinggi dibandingkan orang yang berpikir pragmatis.. yang penting saat ini… yang penting hari ini. Jadi seorang pemuda 20 tahun yang sudah mempersiapkan konsep hidup dan menatap kehidupannya sampai usia 50 tahun berarti IQnya adalah 50/20 dikali 100 sama dengan 250…. Ini jauh lebih tinggi daripada miliknya Einstein…”
“Jadi secara teori mereka yang mempersiapkan hari tua berarti yang tertinggi Pak” sela teman saya ragu. Kalau begitu gampang banget dong, pikirnya.
“Tidak sesederhana itu. Dia mestinya memiliki konsep yang seharusnya dimiliki saat pertambahan umur itu. Jadi pemikiran dia pada contoh di atas telah 30 tahun melampaui batas umurnya. Bukan sekedar seperti orangtua yang berusia 50 tahun”
“Tapi merekakah yang paling tinggi? Sebentar… tidak juga..” kata beliau tersenyum.
“Ternyata IQ tertinggi bukan milik mereka. IQ tertinggi adalah orang yang hidupnya senantiasa berpikir lebih jauh ke depan… yakni masa setelah dunia…. Masa akhirat! Orientasinya adalah cukupkah perbekalanku di masa depan kampung akhirat kelak? Bagaimana caranya supaya aku bisa bahagia di akhirat?… coba tebak berapa IQ mereka?” tanya beliau.
Kami terdiam bingung. Sebagian ada yang coba memencet-mencet kalkulator.
“misal saja dia berusia 30 tahun. Sementara dia berorientasi ke akhirat yang tahunnya adalah lebih dari ribuan tahun… kita sebut saja nilai tahunnya tak terhingga. Maka IQnya adalah tak terhingga dibagi 30 kali 100 sama dengan tak terhingga…. Lihat IQnya tak terhingga! Maka kita bisa menilai sendiri siapa sesungguhnya pemilik IQ yang paling tinggi..” tutur beliau.
Kami mencoba menebak-nebak. Albert Einstein… bukan….. BJ Habibie juga bukan….. yang lain menyebut berbagai tokoh yang terkenal kejeniusannya… beliau menggeleng.
“Dalam teori IQ, sederhananya seperti ini. Nilai IQ itu adalah kecerdasan seseorang dibandingkan kecerdasan seharusnya pada tingkatan umur seperti dia. Jadi contohnya seperti ini, ada seorang anak berusia 10 tahun, namun dia memiliki kualitas intelejensia yang seharusnya dimiliki anak usia 15 tahun, maka nilai IQnya adalah 15 dibagi 10 dikali 100, yakni 150. Sebaliknya misalnya ada orang berusia 20 tahun, intelejensianya sekualitas anak berusia 10 tahun, berarti nilai IQnya adalah 10 dibagi 20 dikali 100, hasilnya IQnya cuma 50..”
“Jadi siapa akhirnya orang yang paling tinggi IQnya Pak?” tanya kami.
“Sederhana, seharusnya orang yang memiliki konsep pemikiran yang lebih jauh ke depan jelas IQnya lebih tinggi dibandingkan orang yang berpikir pragmatis.. yang penting saat ini… yang penting hari ini. Jadi seorang pemuda 20 tahun yang sudah mempersiapkan konsep hidup dan menatap kehidupannya sampai usia 50 tahun berarti IQnya adalah 50/20 dikali 100 sama dengan 250…. Ini jauh lebih tinggi daripada miliknya Einstein…”
“Jadi secara teori mereka yang mempersiapkan hari tua berarti yang tertinggi Pak” sela teman saya ragu. Kalau begitu gampang banget dong, pikirnya.
“Tidak sesederhana itu. Dia mestinya memiliki konsep yang seharusnya dimiliki saat pertambahan umur itu. Jadi pemikiran dia pada contoh di atas telah 30 tahun melampaui batas umurnya. Bukan sekedar seperti orangtua yang berusia 50 tahun”
“Tapi merekakah yang paling tinggi? Sebentar… tidak juga..” kata beliau tersenyum.
“Ternyata IQ tertinggi bukan milik mereka. IQ tertinggi adalah orang yang hidupnya senantiasa berpikir lebih jauh ke depan… yakni masa setelah dunia…. Masa akhirat! Orientasinya adalah cukupkah perbekalanku di masa depan kampung akhirat kelak? Bagaimana caranya supaya aku bisa bahagia di akhirat?… coba tebak berapa IQ mereka?” tanya beliau.
Kami terdiam bingung. Sebagian ada yang coba memencet-mencet kalkulator.
“misal saja dia berusia 30 tahun. Sementara dia berorientasi ke akhirat yang tahunnya adalah lebih dari ribuan tahun… kita sebut saja nilai tahunnya tak terhingga. Maka IQnya adalah tak terhingga dibagi 30 kali 100 sama dengan tak terhingga…. Lihat IQnya tak terhingga! Maka kita bisa menilai sendiri siapa sesungguhnya pemilik IQ yang paling tinggi..” tutur beliau.
GURU-GURU KEHIDUPAN
Bentukan kepribadian yang melekat
pada diri kita sekarang, sesungguhnya merupakan akumulasi dari percikan
kepribadian orang lain yang telah menoreh dan menjejakkannya di cawan kehidupan
kita. Orang-orang itu, saya menyebutnya guru-guru kehidupan – sebuah julukan
yang paling mulia menurut saya, dan andai ada julukan lain yang lebih mulia,
maka itulah yang akan saya sematkan pada mereka.
Saya, tentunya jauh dari pantas dari predikat manusia yang baik. Namun andaipun ada kebaikan dari diri saya maka sesungguhnya kebaikan itu cuma refleksi dari kebaikan-kebaikan yang pernah ditanamkan oleh guru-guru kehidupan saya.
Dan inilah sebagian dari guru-guru kehidupan saya. Semoga tiap ketukan keyboard memantulkan doa-doa yang menjadi berkah kebaikan buat mereka, baik yang tersebut disini ataupun yang tidak karena terlupa atau ruangan yang tak memadai.
Saya, tentunya jauh dari pantas dari predikat manusia yang baik. Namun andaipun ada kebaikan dari diri saya maka sesungguhnya kebaikan itu cuma refleksi dari kebaikan-kebaikan yang pernah ditanamkan oleh guru-guru kehidupan saya.
Dan inilah sebagian dari guru-guru kehidupan saya. Semoga tiap ketukan keyboard memantulkan doa-doa yang menjadi berkah kebaikan buat mereka, baik yang tersebut disini ataupun yang tidak karena terlupa atau ruangan yang tak memadai.
1.
Muhammad Rasulullah; Sang
Guru semesta. Bukan hanya bagi saya, namun seluruh alam
2.
Ibundaku; Sang Guru terdini. Bukan
hanya darahnya, namun hampir seluruh bentuk kepribadian saat ini merupakan refleksi darinya.
3.
Ayahanda ; Guru agama abadi. Guru tentang
keikhlasan, yang mengajarkanku dan mengenalkaku dengan Al`Qur`an, sehingga
lidahku tak henti-hentinya mengatakan Bismillah di setiap aktifitasku
4.
Ade pertamaku; ade abadi. Pengajar pertama untuk saling, memberi, mengasihi,
menemani, dan kesabaran.
5.
Ade keduaku; ade abadi, mengajarkanku menjadi
pemimpin
6.
Pa Rajudinoor; guru Tk TPA pertamaku, sekaligus
Guru PPKN di SD, Guru Agama, guru bahasa Arab di MTS. Terimaksih telah
mengajarkanku hingga akhirnya aku masih bisa berjalan menyusuri kehidupan ini
dan menikmati pengetahuan.
7.
Ustd Usman ; Guru ngajiku yang telah mengajarkanku
tajwid, nahwu sorof, maaf karena kebandelanku aku tidabisa menguasai semua ilmu
yang di ajarkan, Insya Allah jika masih berkenan saya mau belajar lagi.
8.
Pa Mukhayat; guru Fiqih yang Gokil abis, ga ada
siswa yang bisa nahan ketawa saat pelajarannya, ya walupun gokil suka becanda
setiap pelajarannya ada-ada aja pelajarannya yang masuk.
9.
Pa Riduan; Guru B,Arab, Muatan lokal, sekaligus
guru yang banyak memberi nasehat.
10.
Pa Taher; Inspiration teacher, Guru teknologi
informatika, Lulusan yunani itulah yang membuatku ingin terus menuntut ilmu ia
termasuk keluarga kelas bawah namun mampu menjadi Kelas atas.
11.
Mr. Haris ; Guru muda, memiliki semangat luar
biasa Guru B. Inggris yang energic, Selalu berkobar-kobar bila mengajar, lemah
lembut, tapi terkadang menakutkan...hehehe Ma`af pa Insya Allah lebaran kerumah
12.
Pa Hamzah; kepala sekolah MAN, terimakasih sudah
mau menjenguk kelas kami yang ribut dan memberi pelajaran tambahan, tapi jujur
pa ulum masih kada pahan dengan B. Arab.
13.
Pa Rizal; Kepala sekolah MTsN dan sekaligus kepala
sekolah MAN menggantikan pa Hamzah, atas kepemimpinan bapa kami belajar
bagaimana menjadi pemimpin yang disegani.
14.
Ibu Yuli; Guru Matematika yang orang bilang GALAK
tapi Karna sidin Ulun BISA DAPAT NILAI 100 TANPA NYONTEK DAN HASIL SENDIRI,
terimakasih bu nilai pertama murni itu ulum simpan sebagai kenang-kenangan
semoga masih ada.....hehehe
15.
Ibu Arpiah; Guru yang mengajarkan mtematika ulun
teingat tarus dengan rumus Dua Variabel,...hehe
16.
Bp Masrani; Ma`af pa nilai matematika ulun buruk
banar, nilainya anjlok banar, jujur
semangat untuk belajar matematika lun menurun drastis, penjelasan pian
terlalu panjang, tpai anda tetap guru yang berperan sangat sehingga anak didik
pian yang bandel ne bisa kuliah jua.
17.
Ibu Sriwati; terimaksih atas ilmunya, maafkan
murid pian yang bandel, malas ne yang rancak guring saat belajaran pian...
ma`af banar Insya Allah Lebaran lun kerumah
18.
Ustd Zainudin; Gurungajiku yang spesial yang sudah
mengajarkan Alif ba ta sampai Al-qur`an, yang mengajarkan meng`irab, tapi saat
pelajaran B. Arab di PPB jauh dari bisa mungkin karena semangatku belajar
B.Arab kurang.
19.
Pa Sarwoko; Guru Biologi yang berjiwa Muda walau
sudah tua hehehe....terimakasih sudah mau mengajari murid nakal ini tentang
Biologi.
20.
Pa Ramlani; Guru yang bijak, terimaksih atas
petuah-petuahnya, ulun kangen dengan pelajaran pian.
21.
Ibu Suryati; Dikenal guru kapit kepiting, beliau
Guru Fisika jujur walupun terlihat galak, tapi sidin baik hati, Nilai ulangan
100 pertama dengan sidin 100% jujur.
22.
Ibu Woow; Guru SD ku dulu, heeeeeeyyyyyy jangan
ketawain tentang namanya itu hanya nama panggilannya, namanya panjang ya sampai
muridnya ini ta ingat. Aku teringan saat kelas 6 aku tengah bermain pemukul
tenis, tongkat yang dari kayu itu lhooo... ceritanya gini aku sedang ekting
mukul-mukul temenku pakai tongkat,, bugg...bugggg sebuah tas hitam
memukul-mukul kepalaku.....Haaaaaaa ibu.
23.
Ibu Sokowati; wali kelas sejak kelas 4-6 SD sidin
Guru rangkap hampir semua mata pelajaran dipegang sidin.
24.
Ka supi ; kaka pembimbing halaqah MAN Muara Teweh
25.
Ustzh Rosnaniah; Guri TK TPA sekaligus guru
Al-Qur`an Hadis di MTS,
26.
Ustd Zainal Arifin; Guru TK TPA atas jasanya aku
kini bisa mengerti betapa pengtingnya seorang guru, aku tida sempat meminta
ma`af pada beliau sebelum beliau wafat. Semoga belia bahagia di tempat yang
telah Allah sediakan.
27.
Ibu Srining; Guru fisika yang bersedia mengajari
muridnya yang jenius ini secara khusus dirumahnya.....^_^
28.
Bu Atul ; Guru keterampilan dan kesenian guru
pertama yang membeli lukisan Kaligrafiku....hehehe bakat terpendam, dan guru
yang berperan dalam memperbanyak tabunganku.....dan yang mengajariku peraktek
khusus belajar CARI NAFKAH sendiri, dan Hasilnya aku BISA KULIAH.
29.
Rahman ; teman, sahabat yang mengajariku mengetik,
bikin E-mail, facebook, Blog, Photo Shop, internet, dan teknologi
lainnya......Aplus buat Rahman...plok plok plok
30.
Norjakirin; Temen, sahabat, guru pribadi yang
mengajai pelajaran yang menakutkan....hehehe seperti Matematika, Fisika, Kimia.
31.
Fahmi; Temen, sahabat, n tuan guru yang telah
memberi petuah-petuah agama hehehehe.....dan cerita-cerita yang Gokoil.
32.
Ahmad Riduan; Teman, sahabat. Murid spesial di
kelas digelari Profesor, atau Mbah Google, sama seperti Rahman Retingnya hampir
sama. Sekarang aku sedang Nyontek cara belajarmu.
33.
Ahmad Alfan; jangan perajuan lagi heeee
34.
Bambang irawan; Guru panjat pertama
35.
Ka Isan; Guru panjat kedua.
36.
Dokter Faozan Mutakin; Inspirator, Motivator,
terimaksih inspirasi-inspirasinya luar biasa.
37.
Bp Fuady; Dosen Akidah.
38.
Ibu Raihanah; Dosen ulumul Hadits, tafsir, Hadits
tarbawi.
39.
Pa Rusydi; Dosen Filsafat umum
40.
Bp Abdulwahab; Dosen Ushul Fiqh, dosen yang luar
biasa penuh semangat.
41.
Bp Abdulbasir; Dosen Hadits Tarbawi.
42.
Ibu Zulfa makiah; Dosen Psi, dan Fiqih
43.
Bp musta`ien; Dosen Ulumul Qur`an.
44.
Bp Zulkani; Dosen Ilmu pendidikan
45.
Bp Mukhlis; Dosen kewarga negaraan.
46.
Ka Saparudin; Guru pribadi di Halaqah.
47.
Ka Said; Guru yang mengajariku tentang berdagang
namun tetap beribadah seperti biasa, dan sekaligus Bos, dan pengawasku.
48.
Arif Rahman; Teman, sahabat.... jarang aku ketemu
orang seperti kamu. Kamu orang yang luarbisa. Tetap semangat.....
49.
Bp Mario Teguh; You motivator is the best.
50.
Kh Zainudin MZ; Karena sering dengar ceramahnya
sejak kecil aku ta pernah mau lepas dari agama.
51.
Ustd Akhid Yulianto; walupun kita hanya sekali
bertemu ilmumu sangat bermanfaat sekali..
52.
Ust Saifurahman; terimakasih nasehatnya, ma`af Prnya
belum selesai......
53.
Ustd Rahman; gimana kabarnya manado, salam buat
ustad2 yang lain saya lupa nama-namanya....
54.
Pa Abror; terimakasih untuk semuanya.....semoga
keluarga dirumah sehat walafiat.
55.
Angah alpan; terimakasih banyak ulun kd tahu
kayapa lagi harus berterimakasih.....semoga keluarga sehat wal`afiat
56.
Buat Seluruh Musrif Dan Murabbi; Terimakasih atas
ilmunya....semoga Allah memberkahi.
57.
Buat temen-temen HMI Kom TAR;
YAKUSA.......SEMANGAT-SEMANGAT.
58.
Buaut LPPQ; CINTA QUR`AN.
59.
Buat MBC; SEMANGATTTTTTTTTTTT......
60.
Buat LDK AMAL; MAJU TERUS.....ma`af Cuman jadi
pemain cadangan......^_^
61.
HMJ PAI; Kalian Ahlinya......heeeeeeeeee
62.
HTI; Terus Berjuang......Jangan padam.
63.
Pramuka; Ma`af aku istirahat dulu.
TERIMAKASIH
UNTUK SEMUA KALIAN IS THE BEST IN THE
ART......ma`af aku kehabisan kata-kata.........pokonya Alhamdulillah.......yaaah^_^
Kamis, 28 Juni 2012
Metode Ilmiah
BAB 1
1.
PENDAHULUAN
Ilmu alam (IA) atau sering disebut juga ilmu pengatahun alam
(IPA), yang dalam bahasa inggris disebut “ Natural Sciense “ atau SAINS. Ilmu
alamiyan mempelajari tenttang gejala-gejala alam dengan
akal sehigga timbul konsep, sedang ilmu alamyah dasar (IAD) hanya membahas
prinsip-prinsip dasar Ilmu Alamiyah .
1.
Manusia yang Bersipat Unik
Manusia
sebagai makhluk hidup mempunyai ciri-ciri:
ü Memiliki
organ tubuh yang kumpliks dan khusus.
ü Mengadakan
pertukaran zat.
ü Memberikan
tanggapan dan rangsangan terhadap dari dalam dan dari luar.
ü Memiliki
potensi berkembang biak.
ü Tumbuh dan
bergerak.
ü Berenteraksi
dengan lingkungan.
ü Mati.
2.
Rasa Ingin Tahu dan Akal Budi
Semua
makhluk hidup memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari luar , yaitu
lingkungan,; maka hewan, tumbuhan dan manusia juga memberikan riaksi terhadap
lingkungannya. Misalnya tumbuhan hijau daun memberikan reaksi terhadap sinar
matahari. Hewan tingkat tiggi memberikan reaksi terhadap lingkungan dengan mengadakan
eksplorasi atau ingin tahu daerah lain.[1]Manusia
juga memiliki naluri seperti tumbuhan dan hewan, tetapi manusia memiliki akan
dan bodi. Rasa ingin tahu manusia tidak pernah dipuaskan, kalau satu masalah
dipecahkan, timbul masalah yang lain.[2]
2. Rumusan
Masalah
v Apa yang
dimaksud dengan metode ilmiah?
v Bagaimana
membentuk sikap ilmiah pada diri pribadi yang berawal dari kesadaran?
v Jelaskan
mengenai langkah-langkah operasional metode ilmiah yang ditinjau dari segi
teori dan praktiknya didalam masyarakat luas.
3. Tujuan
Memberikan gambaran tentang suatu hal yang nyata dengan prinsip
sebab akibat didalam suatu perbuatan.Pilihan selalu ada dan tindakan selalu
mengiringi, baik buruknya ada ditangan kita, Sudah selayaknya manusia dengan
akalnya menjadi manusia sebenarnya.
BAB II
METODEILMIAH
1. Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah berpikir secara rasional dan berpikir secara
empiris membentuk dua kutub yang saling bertentangan.Kedua belah pihak,
masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.akhirnya timbul gagasan untuk menggabungkan kedua
pendekatan ini sedemikian hingga tersusun metode yang dapat lebih diandalkan untuk menemukan pengetahuan
yang benar. Gabungan antara dua pendekatan rasional dan pendekatan empiris
dinamakan metode Ilmiah.Rasionalisme memberikan kerangka pemikiran yang koheren
dan logis, sedang empirisme dalam memastikan kebenarannya memberikan kerangka
pengujiannya.Dengan demikian maka pengetahuan yang dihasilkan ialah pengetahuan
yang konsisten dan sistematis serta dapat diandalkan, karena telah diuju secara
empiris.
Metode ilmiah merupakan bagian yang paling penting dalam
mempelajari ilmu alamiah.Langkah-langkah dalam menerapkan metode ini tidak
harus selalu berurutan, langkah demi langkah, seperti yang tercantum berikut
ini. Yang penting ialah pemecahan masalah untuk mendapatkan kesimpulah umum (generalisasi)hanya didasarkan atas data
dan diuji dengan data bukan dengan keinginan, prasangka, kepercayaan, atau
pertimbangan lain.
Metode ilmiah sendiri merupakan cara dalam memperoleh pengetahuan
secara ilmiah. Dapat juga dikatakan bahwa metode ilmiah merupakan gabungan
antara rasionalisme dan empirisme.Cara-cara berpikir rasional dan empiris
tersebut tercermin dalam langkah-langkah yang terdapat dalam peroses kegiatan
ilmiah tersebut.Kerangka dasar prosedurnya dapat diuraikan ats langkah-langkah
berikut.
1). Penemuan atau penentuan masalah
Dalam kehidupan sehari-hari kita menghadapi berbagai masalah
dengan adanya masalah ini maka otak kita mulai berpikir. Kesadaran mengenai
masalah yang kita temukan secara empiris tersebut menyebabkan kita mulai
memikirkannya secara mendalam: kita mulai mengkajinya secara rasional. Masalah
tersebut harus dirumuskan sedemikian rupa hingga memungkinkan untuk dianalisa
secara logis dan kemudian mudah untuk dipecahkan. Jadi pada langkah pertama ini
kita menetapkan masalah yang akan kita telaah dengan ruang lingkup serta
batasan-batasannya. Ruang lingkup serta batasan-batasannya tersebut harus jelas
sedemikian hingga tidak mengalami kesukaran dalam merumuskan kerangkanya.
2). Perumusan kerangka masalah
Langkah ini merupakn usaha untuk mendiskripsikan permasalahannya
secara lebih jelas.Suatu masalah merupakan suatu gejala dimana beberapaa fakta
saling berkaitan satu samalain dan membentuk suatu kerangka
permasalahan.Unsure-unsur yang membentuk kerangka ini dapat kita turunkan
secara empiris.Tetapi tidak semua masalah dalam keadaan demikian.Banyak
masalah-masalah yang unsur-unsur pembentuknya tidak dapat dikenel dengan
langsung secara empiris, dan untuk itu diperlukan kerangka pemikiran
rasional.jadi dalam langkah perumusan kerangka permasalahan ini, kita sudah
mulai berpikir secara empiris dan secara rasional.
3).Pengajuan Hipotesis
Hipotesis adalah kerangka pemikiran sementara yang menjelaskan
hubungan antara unsure-unsur yang membentuk suatu kerangka permasalahan.Pengajuan
hipotesis ini didasarkan pada permasalahan yang bersifat rasional.Kerangka
pemikiran sementara yang diajukan tersebut disusun secara deduktif berdasarkan
premis-premis atau pengetahuan yang telah diketahui kebenarannya.
4). Deduksi Hipotesis
Kadang-kadang, dalam menjebatani permasalahan secara rasional
dengan pembuktian secara empiris membutuhkan langkah perantara.Deduksi hipotesa
ini merupakan langkah tertentu dalam rangka menguji hipotesa yang
diajukan.Konsekuensi hipotesa tersebut secara deduktif dijabarkan secara
empiris. Jadi dapat juga dikatakan bahwa deduksi hipotesis merupakan
identifikasi fakta-fakta apa saja yang dapat diamati dalam dunia fisik yang
nyata dalam hubungannya dengan hipotesis yang diajukan.
5). Pengujian Hipotesis
Langkah ini merupakan usaha untuk mengumpulkan fakta-fakta yang
relevan dengan deduksi hipotesis.Jika fakta-fakta tersebut sesuai dengan
konsekuensi hipotesis, berarti bahwa hipotesis yang di ajukan terbukti/benar,
karena didukung oleh fakta-fakta yang nyata.Sebaliknya bila fakta-fakta yang
ada tidak sesuai dengan konsekuensi hipotesis, yang berarti bahwa hasil
deduksinya mleset, maka hipotesis tersebut harus di tolak.Jadi kriteria untuk
menentukan apakah suatu hipotesis itu benar atau tidak ialah kenyataan empiris,
apakah hipotesis tersebut didukung oleh fakta atau tidak.
Dengan telah dibuktikannya kebenaran dari suatu hipotesis, maka
hipotesis tersebut dapat dianggap sebagai teori ilmiah dan merupakan
pengetahuan baru.Pengetahuan baru ini dapat berupa teori baru, kaidah baru,
atau mungkin juga hanya sekedar penemuan lanjutan dari teori yang sudah
ada.Selanjutnya pengetahuan ini dapat digunakan sebagai premis dalam usaha
menjelaskan atau menelaah gejala-gejala lainnya. Proses kegiatan ilmiah tersebut
berlangsung terus dan merupakan daur yang tidak ada batas akhirnya.
Langkah-langkah dalam kegiatan ilmiah tersebut diatas tersusun
dalam urutan yang teratur; langkah yang satu merupakan persiapan bagi langkah
berikutnya. Agar suatu penelaahan dapat disebut ilmiah, maka harus ditempuh
seluruh langkah –langkah tersebut, meskipun prakteknya tidak selalu harus
dengan urutan yang sama. Dengan danya hubungan langkah-langkah yang dinamis,
langkah yang satu menjelaskan langkah-langkah yang lainnya maka pengetahuan
yang ditemukan konsisten dengan pengetahuan sebelumnya dan didukung oleh
fakta-fakta yang nyata.[3]
6).Keterbatasan dan keunggulan metode
ilmiah
Metode ilmiah dapat meghasilkan ilmu atau pengetahuan yang
ilmia.Dalam pengujian hipotesis, diperlukan data.Data ini berasal dari
pengamatan yang dilakukan oleh pancaindra.Kita mengetahui bahwa panca indera
mempunyai keterbatasan untuk menangkap suatu fakta.Dengan demikian maka data
yang terkumpul juga tidak sesuai dengan yang sebenernya. Kesimpulan yang diambil
berdasarkan data yang tidak benar, tentusaja akan tidak benar. Jadi, peluang
terjadinya kekeliruann suatu kesimpulan yang diambil berdasarkan metode ilmiah
tetap ada. Oleh karena itu semua kesimpulan ilmiah, tau kebenaran ilmiah,
termasuk ilmu pengetahuan Alam (IPA) bersifat tentative, artinya kesimpulan itu
dianggap benar selama belum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan
itu. Sedangkan kesimpulan ilmiah yang dapat menolak kesimpulan ilmiah yang
terdahulu, menjadi kebenaran ilmu yang baru.
Keterbatasan lain dari metode ilmian adalah tidak dapat menjangkau
untuk membuat kesimpulan yang bersangkutan dengan baik dan buruk atau sistem
nilai, tentang seni dan keindahan, dan
juga tidak dapat menjangkau untuk menguji adanya Tuhan.
Keunggulan:
Ilmu atau Ilmu Pengetahuan (termasuk IPA) mempunyai ciri khas
yaitu obyektif, metodik, sistematik dan berlaku umum. Dengan sifat-sifat
tersebut, maka orang yang berkecimpung atau selalu berhubungan dengan ilmu
pengetahuan akan terbimbing sedemikian hingga padanya terkembangkan suatu sikap
yang disebut sikap ilmiah. Yang dimaksud dengan sikap ilmiah tersebut adalah
sikap:
a) Mencintai
kebenaran yang obyektif, dan bersikap adil.
b) Menyadari
bahwa kebenaran ilmu tidak absolute.
c) Tidak
percaya pada takhayul, astrologi maupun untung-untungan.
d) Ingin tahu
lebih banyak.
e) Tidak
berpikir secara prasangka.
f) Tidak
percayaa begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti yang nyata.
g) Optimis,
teliti dan berani menyatakan kesimpulan yang menurut keyakinan ilmiahnya adalah
benar.
A.
SIKAP ILMIAH
Salah satu aspek tujuan dalam mempelajari
ilmu alamiah adalah pembentukan sikap ilmiah.
Orang yang berkecimpung dalam ilmu alamiah akan membentuk sikap ilmiah
yang antara lain adalah.
a) Jujur
Seorang ilmuan wajib melaporkan
hasil pengamatan secara objektif. Seorang ilmuan dalam kehidupan
sehari-hari mungkin saja tidak jujur
dari manusia lainnya. Tetapi dalam penelaahan ilmiah ada hal-hal yang memaksa
pada ilmuan, yakni yang kita sebut faktor
control.
Seorang ilmuan telah dilatih untuk memperhatikan kontrol internal dalam setiap
penelitiannya.Dengan ini factor-faktor kebetulan disingkirkan. Dalam suatu
penelitian tentang pengaruh sejenis obat tertentu, dibuat kelompok penderita
yang diberi obat tertentu dan klompok lain yang tidak diberi obat sebagai
klompok control.
Disamping kontrol internal dan
pula kontrol eksternal.Dalam hal ini
ilmuan lain akan mengulangi penelitian ilmuan pertama dengan kondisi yang
dibuat serupa. Seterusnya ilmuan ketiga dapat pula menguji peneliti diatas.
Karena itu, laporan ilmuan haruslah
dibuat sejujur-jujurnya dan penelitian menjadi terbuka untuk pengulangan.
Memang seorang ilmuan harus jujur dalam melaksanakan laporan penelitiannya.
Manusia dan Cinta Kasih, Cinta kasih bersumber pada ungkapan,
perasaan yang didukungoleh unsur karsa, yang berbentuk tingkahlakudan
pertimbangan dengan akalyang menimbulkan tanggung jawab.
Macam-macam cinta kasih ,
Adanya beberapa macam cinta kasih, yaitu sebagai berikut :
Ø Cinta kasih
antara orang tua dan anak.
Ø Cinta kasih
antara wanita dan pria.
Ø Cinta kasih antara sesama manusia.
Ø Cinta kasih
antara manusia dan Tuhan.
Ø Cinta kasih
antara manusia dan lingkungan.[4]
b) Terbuka
Seorang ilmuan mempunyai pandanngan luas, terbuka, bebas dari
praduga.Ia meyakini bahwa prasangka, kebencian, baik pribadi maupun golongan
dan pembunuhan adalah sangat kejam. Ia tidak akan berusaha memperoleh dugaan
bagi buah pikirannya atas dasar prasangka. Ia akan terus berusaha mengetahui
kebenaran tentang alam, materi, moral, politik, ekonomi, dan tentang hidup. Ia
tidak akan meremehkan suatu gagasan baru. Ia akan menghargai setiap gagasan
baru dan mengujinya sebelum menerima atau menolaknya. Jadi, ia terbuka akan
pendapat oaring lain.
c) Toleran
Seorang ilmuan tidak merasa bahwa ia paling hebat. Ia bahkan
bersedia mengakui bahea orang lain mungkin lebih banyak pengetahuannya, bahwa
pendapatnya mungkin saja salah, sedangkan pendapat orang lain setelah diuji
mungkin benar. Dalam usaha menambah ilmu pengetahuan ia bersedia belajar dari
orang lain, memperbandingkan pendapatnya dengan pendapat orang lain. Ia tidak
akan memaksakan suatu pendapat kepada
oarng lain. Ia memiliki tenggang rasa atau sikap toleran yang tinggi, jauh dari
sikap angkuh.
d) Skeptis
Ilmuan pencari kebenaran akan bersikap hati-hati, meragui,
skeptic. Ia akan menyelidiki bukti-bukti yang melatar belakangi suatu
kesimpulan. Ia tidak akan sinis, tetapi kritis untuk memperoleh data yang
menjadi dasar suatu kesimpulan tanpa didukung bukti-bukti yang kuat.
Sikap skeptis ini perlu dikembangkan oleh orang yang berniat
memecahkan masalaah. Bila ia tidak kritis mengenai setiap informasi yang ia
peroleh, mungkin ada informasi yang salah hingga meninbulkan akibat suatu
kesimpulan yang salah. Karena itu, setiap informasi perlu diuji, kebenarannya
perlu dicek.Informasi memerlukan verifikasi.
Setelah bukti-bukti cukup, ilmuwan baru boleh mengambil kesimpulan
dan akhirnya memberikan keputusan.
e) Optimis
Seoarang ilmuwan selalu berpengharapan baik.Ia tidak akan berkata
bahwa sesuatu itu tidak dapat dikerjakan, tetapi akan mengatakan, “Berikan saya
kesempatan untuk memikirkan dan mencoba mengerjakan.” Ia selalu optimis.
Rasa humor seorang ilmuan ada hubungannya dengan tingkat
kecerdasan maupun sikap optimis seseorang.John Von Neuman seorang ahli
matematika ditugaskan membuat komputer untuk perhitungan yang diperlukan
sewaktu membuat bom hidrogen. Setelah selesai pesawat itu diserahkan dan dicoba
digunakan, maka alat itu ia beri nama Mathematical
Analyser, Numerical Integrator anda Computer, disingkat MANIAC.
f) Pemberani
Ilmu merupakan hasil usaha keras dan sipatnya personal. Ilmuan
sebagai pencari kebenaran harus berani melawan ketidakbenaran , penipuan,
kepura- puraan, kemunapikkan dan kebatila yang menghambat kemajuan.
Keberanian Copernicus, Galileo, dan Socrates telah banyak
diketahui orang .Copernicus dan Galileo
diperselisihkan bahwa bumi adalah pusat alam semesta; tetapi menganggap
mataharilah yang menjadi pusat tempat bumi dan planet-planet lainnya berputar.
Socrates memilih minum racun daripada menerima hal yang salah.
Profesor Peabody memberikan kuliah terakhir tetang Perawatan orang sakit. Kuliah ini
sangat jelas, penuh rasa belas kasih, sehingga berkali-kali dicetak ulang .pada
saat kuliah, ia baru berumur 46 tahun, segar bugar kelihatannya. Uraian
kuliahnya sangat serat berisi, cermat, dan disampaikan dengan pasih.
Pendengarannya tidk diketahui bahwa dialik ketenangan, Peabody mengidap kanker
ganas yang ia derita, ditekuni dan dipahami sepenuh hati medis mengenai setiap
gejala kanker yang dialaminya. Sehari sebelum ia meninggal ia menulis sendiri
laporan penyakitnya. Itulah ketabhan ilmuan yang ditunjukkannya.
g) Kreatif
Ilmuan dalam mengembangkan ilmunya harus kreatif. Louis Al-Varez ,
ilmuan fisika Berkeley, juga pemain golf mengkreasiakn analisator stroboskop
untuk meningkatkan cara bemain golf.dengan alat itu, pada pemukulan golf
fase-fase gerak dapat dipelajari, setiap pukulan dapat diteliti. Kepada
presiden Eisenhower, yang juga terkenal pemain golf,ia menghadiahkan alat
serupa. Sejak itu I memegang paten untuk pembuatan analisator stroboskop tadi.
Dampak Terhadap kebutuhan Manusia Pokok Mmanusia
Pangan
Dampak yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu
pengatahuan alam dan tiknologi ada yang pusitif da nada yang negative. Dampak
positif antara lain.
Ø Ditemukan
bibit unggul yang dalam waktu sigkat dapat memproduksi bersipat ganda.
Ø Mekanisme
pertanian
Ø Biotiknologiuntuk
merangsang tumbuhnya daun,bunga, atau buah sehigga tumbuh lebih banyak.
Dampak negatifnya pada pemakaian pestisida yang dapat membunuh hewan ternak dan berbagai
sumber penyakit bagi manusia.[5]
Torrance mendefinisian kreativitas sebagai proses prtumbuhan
hingga peka akan masalah, kekurangansempurnaan, kekurang tahuan,
ketidaklengkapan, ketidakharmonisan dan seterusnya; mengenal kesulitan, mencari
pemecahan,; membuat dugaan; merumuskan; dan membuat hepotesis, serta melaporkan
hasil hasil penelitian.
B.
LANGKAH-LANGKAH
OPERASIONAL METODE ILMIAH
Salah satu syarat ilmu pengetahuan ialah materi pengetahuan itu
harus diperoleh melalui metode ilmiah. Ini berarti bahwa caramemperoleh
pengetahuan itu menentukan apakan pengetahuan itu termasuk ilmiah atau tidak.
Metode ilmiah tentu saja harus menjamin akan menghasilkan pengetahuan yang
ilmiah, yaitu yang bercirikan objektivitas, konsisten, dan sistematik.
Langkah-langkah operasional metode ilmiah
adalah sebagai berikut:
a. Perumusan masalah; yang
dimaksud dengan masalah disini adalah pernyataan apa, mengapa, ataupun
bagaimana tentaang objek yang diteliti. Masalah itu harus jelas batas-batasnya
serta dikenal factor-faktor yang mempengaruhinya.
b. Penyusunan hipotesis; yang
dimaksuddengan hipotesis adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan
jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan. Dengan kata lain,
hipotesis merupakan dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada.
Hipotesis juga dapat dipandang sebagai jawaban sementara dari permasalahan yang
harus diuji kebenarannya dalam suatu observasi atau eksperimentasi.
c. Pengujian hipotesis; yaitu
berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah
diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung
hipotesis tersebut atau tidak. Fakta-fakta ini dapat diperoleh melalui
pengamatan langsung dengan mata atau melalui teleskop atau dapat juga melalui
uji coba atau eksperimentasi, kemudian fakta-fakta itu dikumpulkan melalui penginderaan.
d. Penarikan
kesimpulan; penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis
dari fakta (data) untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima
atau tidak.
Hipotesis itu dapat diterima bila fakta yang terkumpul itu
mendukung pernyataan hipotesis.Bila fakta tidak mendukung maka hipotesis itu
ditolak.Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya
telah diuji secara ilmiah, dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan.
Keseluruhan langkah tersebut harus ditempuh melalui urutan yang
teratur, langkah yang satu merupakan landasan bagi langkah berikutnya. Dari
keterangan-keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan
merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, berlaku umum dan
kebenarannya teruji secara empiris.
Bab III
Kesimpulan
Ø Metode
ilmiah adalah berpikir secara rasional “mengunakan akal atau dapat diterima
oleh akal” suatu cara memperolehpengatahuan yang logis.
Ø Sikap ilmiah
berawal dari kesadaran merupakan ilham / atau buah dari pemikiran suatu hal
yang menekankan pada perubahan akan pencerahan cahaya ilmu dalam tuntunan arah
kehidupan, ia tidak menjadi laying-layang putus, Melainkan tali belati
digemgaman tangan kanannya. Pembentukan sikap ilmiah, orang akn berkecimpung
dalam imu alamiah, maka akan berbentuk sikap ilmiah yang diantaranya, yaitu:
Saran
Hidup bukan tergantung pada sesuap nasi yang kau makan, melainkan
itu sumber dari hal pendukung pada sikap ilmiah, tanpa memikirkan hal yang
tidak perlu”lapar”. Semangat terus dan jalani aja akan pilihan yang sudah kita
pilih, pintu akan kita temukan jika kita bersikap ilmiah.
[1]Asimov (1979). Disebut “ idle curi0usity ” . Naluri itu
bertitik pusat pada mempertahankan kelastarian halaman hidup, dan sipatnya
tetap sepanjang zaman.
[2] DRS. MASKOERI JASIN. ILMU ALAMIYAH DASAR UNTUK PRGURUAN TINGGI DAN UMUM .PT. Bina
Ilmu Surabaya.menunggu pen dipuaskan, kalau satu masalah dipecahkan, timbol masalah yang lain menunggu
pencerahannya. Surabaya 1987. Hal 1-2
[3] Drs. Abdullah Aly , Dan Ir. Eny Rahma. MKDU, ILMU ALAMIYAH DASAR. BUMI AKSARA Jakarta. Maret 1993. HAL 13-17.
[4]Drs. Mawardi- Ir. Nur Hidayati. IAD-ISD-IBD ILMU
ALAMIYAH DASAR, ILMU SOSIAL DASAR, ILMU BUDAYA DASAR. Untuk IAIN , STA1-INS,
PTAINS, Semua Fakultas dan JUrusan Komponen MKU. Pustaka Stia Bandung.Cetakan
kedua 2002. Hal167-168.
[5] Drs. Mawardi- Ir. Nur Hidayati. IAD-ISD-IBD ILMU
ALAMIYAH DASAR, ILMU SOSIAL DASAR, ILMU BUDAYA DASAR. Untuk IAIN , STAINS,
PTAINS, Semua Fakultas dan JUrusan Komponen MKU. Pustaka Stia Bandung. Cetakan
ketiga oktober 2004,Hal 115.
Langganan:
Komentar (Atom)