Senin, 22 Maret 2010

mahluk yang terlupakan

Alam gaib selalu Menyimpan misteri, karena orang selalu tertarik & penasaran Ketika ada sedikit 'tirai' yang tersingkap, selama ini mahluk gaib yang di perbincangkan adalah Jin dan Setan, karena kedua mahluk ini memiliki kebiasaan mengoda dan menyesatkan manusia.Orang lalu penasaran untuk Mengetahui lebih Ihwal dalam Keberadaan mereka.
 

Selain Jin dan setan,sebenarnya ada mahluk gaib yang sebenarnya hidup di sekitar kita,selalu menyapa kita,dan bahkan senantiasa menyertai kita dalam melakukan segala hal,baik itu yag buruk maupun yang baik, tapi sayang kita semua hampir melupakan mahluk gaib yang satu ini,dialah mahluk yang di sebut Malaikat. Selain Jin dan setan, sebenarnya ada mahluk gaib yang sebenarnya hidup di sekitar kita, selalu menyapa kita, dan Bahkan senantiasa menyertai kita dalam Melakukan segala hal, baik itu yag buruk maupun yang baik, tapi sayang kita semua hampir melupakan mahluk gaib yang satu ini, dialah mahluk yang di Sebut Malaikat.
Memang mahluk ini tidak banyak 'berulah' sebagaimana setan atau jin,karena Ia di ciptakan Allah justru untuk membantu manusia berlaku taat kepada Tuhan. Memang mahluk ini tidak banyak 'berulah' Sebagaimana setan atau jin, karena Ia di Ciptakan Allah justru untuk membantu manusia berlaku taat kepada Tuhan.
Sebagai seorang muslim kita tidak seharusnya melupakan mahluk yang satu ini,karena dalam rukun iman terdapat salah satunya adalah Beriman Kepada Malaikat. Sebagai seorang muslim kita Seharusnya tidak melupakan mahluk yang satu ini, karena dalam rukun iman adalah salah satunya Terdapat Beriman Kepada Malaikat.
 
Beriman kepada Malaikat merupakan salah satu pondasi akidah.Keimanan kita tidak akan sempurna tanpa di sertai keimanan kita kepada Malaikat. Beriman kepada Malaikat Merupakan salah satu akidah.Keimanan Pondasi kita tidak akan sempurna tanpa di Sertai keimbangan kita kepada Malaikat.
Malaikat merupakan bagian dari alam gaib,dimana Allah Swt memberikan pujian kepada orang-orang yang mengimaniNya,karena hal itu merupakan suatu bentuk pembenaran terhadap berita yang datang dari Allah Swt dan sekaligus juga pembenaran terhadap berita yang datang dari rosulNya. Malaikat Merupakan bagian dari alam gaib, dimana Allah Swt Memberikan pujian kepada orang-orang yang mengimaniNya, karena hal itu Merupakan Suatu bentuk pembenaran terhadap berita yang datang dari Allah Swt dan sekaligus juga pembenaran terhadap berita yang datang dari rosulNya.
 
Dari hadist yang di riwayatkan oleh Aisyah ra binti Abu Bakar ra dari ayahnya sendiri di sebutkan bahwa Rosulullah SAW menceritakan kepada kita,bahwa materi yang digunakan Allah untuk menciptakan malaikat adalah Nur(cahaya). Dari hadist yang di riwayatkan oleh Aisyah ra binti Abu Bakar ra dari ayahnya sendiri di sebutkan Bahwa Rosulullah SAW menceritakan kepada kita, bahwa materi yang Digunakan untuk Menciptakan malaikat Allah adalah Nur (cahaya).
Rosulullah bersabda : Rosulullah bersabda:

“Malaikat itu di ciptakan dari cahaya,jin d ciptakan dari nyala api,sedangkan Adam di ciptakan dari apa yang telah di gambarkan kepada kalian”.(HR.Muslim). "Malaikat itu di Ciptakan dari cahaya, jin d Ciptakan dari nyala api, Sedangkan Adam di Ciptakan dari apa yang telah di gambarkan kepada kalian". (HR.Muslim).

Mungkin ada yang bertanya, tentang jenis cahaya yg di gunakan untuk menciptakan Malaikat Mungkin ada yang bertanya, tentang jenis cahaya yg di gunakan untuk Menciptakan Malaikat
 
Di sini Rosulullah SAW,tidak menyebutkan kepada kita jenis cahaya yang di gunakan untuk menciptakan malaikat,oleh karena itu kita tidak bisa menyelami lebih jauh lagi persoalan ini secara detail.Hal ini termasuk persoalan gaib,dan tidak ada hadist yang memberikan penjelasan lebih banyak lagi dari hadist tersebut di atas. Di sini Rosulullah SAW, tidak menyebutkan kepada kita jenis cahaya yang di gunakan untuk Menciptakan malaikat, oleh karena itu kita tidak bisa lebih jauh lagi Menyelami Persoalan ini secara detail.Hal Persoalan ini termasuk gaib, dan tidak ada hadist yang Memberikan penjelasan lebih banyak lagi dari hadist tersebut di atas.
 
Kapan Malaikat di Ciptakan Kapan Malaikat di Ciptakan

Kita tidak mengetahui kapan malaikat di ciptakan,karena Allah SWT tidak memberitahukan hal itu.Namun kita mengetahui bahwa mereka di ciptakan lebih dahulu dari penciptaan Adam moyang manusia.Allah SWT memberitahukan kepada kita bahwa Ia telah mengumumkan kepada para malaikat bahwa Ia akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Kita tidak Mengetahui kapan malaikat di Ciptakan, karena Allah SWT tidak memberitahukan hal itu.Namun kita Mengetahui Bahwa mereka di Ciptakan lebih dahulu dari penciptaan Adam moyang manusia.Allah SWT memberitahukan kepada kita Bahwa Ia telah mengumumkan kepada para malaikat Bahwa Ia akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.
Allah SWT berfirman : Allah SWT berfirman:
“Dan (ingatlah)ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”(Al-Baqorah:30). "Dan (ingatlah) Ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi" (Al-Baqorah: 30).

Yang di maksud khalifah di sini adalah Adam AS,dan Allah menyuruh mereka agar bersujud kepadanya ketika Allah menciptakannya. Yang di maksud khalifah di sini adalah Adam AS, dan Allah menyuruh mereka agar kepadanya Bersujud Ketika Allah menciptakannya.
 
“Maka apabila Aku telah menyempurnakannya dan telah meniupkan kedalamnya ruh(ciptaan)Ku,maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud(menghormat)”.(Al-Hijr:29) "Maka apabila Aku telah menyempurnakannya dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan Bersujud (menghormat)". (Al-Hijr: 29)

Nama beserta Tugas Malaikat Nama beserta Tugas Malaikat
Sesungguhnya jumlah,nama dan tugas malaikat tidak ada yang mengetahui kecuali Dzat yang meciptakannya. Sesungguhnya jumlah, nama dan tugas malaikat tidak ada yang Mengetahui kecuali Dzat yang meciptakannya.
“Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia”.(Al-Mudatsir:31) "Dan tidak ada yang Mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia". (Al-Mudatsir: 31)
 
Beberapa nama dan tugas para malaikat,yang mungkin telah di ajarkn kepada kita waktu kita ngaji/skul,di antaranya : Di sini Mengingatkan Beberapa nama dan tugas para malaikat, yang mungkin telah di ajarkn kepada kita waktu kita ngaji / skul, di antaranya:
  1. Malaikat Jibril bertugas Menyampaikan wahyu Malaikat
  2. Malaikat Isrofil bertugas meniup sangkakala saat kebagkitan manusia
  3. Malaikat Malik bertugas sebagai penjaga/pengawas neraka
  4. Malaikat Ridwan bertugas menjaga Surga 
  5. Malaikat Munkar & Nakir bertugas sebagai penjaga kubur
  6. Malaikat Izrail bertugas sebagai pencabut nyawa 
  7. Malaikat Raqid Atid bertugas sebagai pencatat amal perbuatan manusia.
Dari uraian di atas dapat simpulkan bahwa sesunguhnya di sekitar kita masih ada mahluk gaib selain Jin & Setan yaitu Malaikat. Dari Uraian di atas dapat simpulkan Bahwa sesunguhnya di sekitar kita masih ada mahluk gaib selain Jin & Setan yaitu Malaikat.
Mari kita pertebal iman kita dengan selalu mengingat adanya Malaikat di sekitar kita yg selalu mengawasi tingkah laku kita serta membimbing kita untuk taat kepada Allah SWT. Mari kita pertebal iman kita dengan selalu Mengingat adanya Malaikat di sekitar kita yg selalu mengawasi Tingkah laku kita serta membimbing kita untuk taat kepada Allah SWT.

Rabu, 24 Februari 2010

Jilbab Vs Kerudung   
for everyone
 
Kerudung dalam keseharian kita sering kali disebut pula sebagai jilbab. Sebetulnya kebiasaan menyebut berkerudung dengan berjilbab baik-baik saja, namun kemudian kerancuan term ini menjadikan kategori jilbab tidak pas lagi.

Coba saja perhatikan, Indonesia bangga menyandang gelar sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim di dunia padahal hanya sebatas kuantitas saja bukan dalam kualitas, kita juga bangga dengan pernyataan bahwa saat ini semakin banyak para remaja putri Islam yang kesehariannya memakai jilbab, entah bersekolah, kuliah, atau kerja, karena Indonesia merasa bisa menampung aspirasi ummat Islam untuk berbusana muslimah tidak seperti di negeri sekuler lainnya yang membatasi pemakaian jilbab di sekolah misalnya, seperti yang terjadi di Turki dan negara-negara eropa. Bangga mendengarnya, senang hati rasanya.

    Eits........ tunggu dulu. Sudah lihat buktinya belum? Benar nggak statement tersebut?
 
Ternyata yang dibangga-banggakan tersebut tidaklah 100% benar, karena jilbab yang katanya semakin banyak dikenakan para muslimah di negeri kita bukanlah jilbab pada kategori yang seharusnya. Silahkan perhatikan, tuuuh...... tengok kanan dan kiri anda, yang ada hanyalah wanita berkerudung saja bukan berjilbab, kecuali sedikit saja.
 
Nah looh, gimana bisa cuma berkerudung tapi tidak berjilbab, lantas berjilbab itu yang gimana?
 
Kita banyak melihat di sekitar kita muslimah yang mengenakan kain penutup kepala rapi seperti yang memang diperintahkan oleh syariat, tapi setelah kita lihat pakaiannya sama sekali tidak mencerminkan islam. Mereka memakai kain baju dan bawahan yang ketat full press body, singset-set-set....bahkan mungkin kekecilan.

Pemahaman yang campur aduk jadi masalahnya. Ada yang mendefinisikan jilbab harus modis dan gaul, ada yang bilang “berjilbab iya tapi harus tetap menampilkan kecantikan”, plus campur tangan liberalis yang menganggap penafsiran Alqur’an dan Alhadist harus diperbaharui mengikuti zaman, belum lagi peran-serta para pengusung gerakan feminisme dan persamaan hak perempuan. Semuanya satu tujuan merusak term jilbab dan mengajak para muslimah agar menganggap berjilbab yang sesuai syariat itu ketinggalan zaman, djadoel katanya.
Dalam Alqur’an, Allah telah memberikan beberapa batasan dalam berpakain dalam hal ini mengenai jilbab, diantaranya di dalam surah AnNuur ayat 31 yang artinya: “.......dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (khimaar) di dadanya......”, kemudian di surah AlAhzaab ayat 59 yang artinya: “......”Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.......”.

Dari kedua ayat tersebut dinyatakan bahwa pakaian muslimah adalah kelengkapan penutup aurat untuk muslimah yang termasuk di dalamnya adalah kerudung (dalam bahasa arab ada beberapa jenis bentuk dan penyebutan/kosakata) dan pakaian yang menutupi seluruh badan, yaitu dari jenis baju yang lapang dan tidak menunjukkan lekuk tubuh. 

Yang pertama, terkait pula dengan penafsiran dan pembatasan pemakaian penutup kepala, ada beberapa versi bentuk. Secara umum dibagi dua, yaitu terbuka wajahnya dan tertutup wajahnya (terlihat mata dan sekitarnya saja). Penutup kepala yang umum dipakai adalah kerudung atau disebut khimaar atau sufur, sedangkan sebagian lagi memakai penutup wajah yang disebut cadar atau niqab. Keduanya memiliki dasar dan tidak perlu untuk diperdebatkan berlebihan, karena keduanya sudah berusaha menjalankan perintah nabi dengan baik dan benar. Yang perlu dibenahi adalah muslimah yang belum berusaha memperbaiki cara berpakaiannya.

Selanjutnya, penjelasan mengenai jenis pakaian yang diperbolehkan untuk dipakai muslimah diterangkan dalam beberapa hadist, diantaranya bahwa baju untuk muslimah adalah baju lapang dengan batasan oleh rasul selebar 2 atau 3 atau 4 jari, jadi tidak boleh kekecilan dari ukuran tubuh dan batasan yang telah ditentukan. Selain itu, baju muslimah juga tidak boleh terlalu lembut sehingga menunjukkan tulang-tulang badan (pundak, pinggul, dan sebagainya). Yang dimaksud adalah baju yang terlalu lemas dan jatuh ke badan sehingga lekuk tubuh wanita yang memakainya akan tergambar atau tercetak, atau juga jenis pakaian yang terlalu tipis menerawang. Diantara baju lembut dan lemas adalah seperti satin dan sutera, serta pakaian Qibtiyah (pada masa nabi ada baju lembut dan tipis asal Mesir, kalau sekarang ada disemua negara). Jika baju jenis lembut ini dipakai, diperbolehkan sebagai baju dalam atau diberi rangkapan.

Dalam penerapannya, pakaian muslimah ini ada beberapa penafsiran juga. Diantaranya ada yang memperbolehkan memakai pakaian terpotong (atasan dan bawahan), dan yang tidak memperbolehkan pemisahan baju atasan dan bawahan dengan alasan pemisahan atasan dan bawahan akan memperlihatkan lekuk tubuh (pinggang) dan sebagainya. Variasi ini bagi saya bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan, karena perintah rasul adalah untuk tidak memperlihatkan lekuk tubuh pemakai. Maka, jika pakaian atasan dan bawahan dikenakan dan diukur dengan semestinya dan dari jenis kain yang baik sehingga lekuk tubuh tidak terlihat (karena sudah tertutup pakaian atasan yang terjuntai kebawah pinggang), maka tidak menjadi masalah mengenakannya.

Naah, bagi muslimah yang sudah berpakaian sesuai syariat, jangan takut tidak kelihatan cantik atau ketinggalan zaman, karena fungsi jilbab yang utama bukan untuk menunjukkan kecantikan dan sensualitas, tetapi menjaga kehormatan dan menjaga pandangan. Ingatlah bahwa wanita baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik-baik juga. 

Dengan mentaati ketentuan Allah, InsyaAllah akan mendapatkan rizqi yang mulia (surga). Amien.
 
Semoga bermanfaat.